Arif Abdurrahman

BIMBINGAN KONSELING

Diberdayakan oleh Blogger.
Latest News

TURUNNYA AL-QURAN

Posted by Arif Abdurrahman on Sabtu, 28 Juni 2014 , under | komentar (0)




Sebagaimana yang kita ketahui Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam, sebagai umat Islam kita harus mengetahui sejarah turunnya Al-Qur’an. Oleh sebab itu, dalam bab ini akan di jelaskan tentng turunnya al-quran dan proses turunnya al-quran. Mengenai turunnya al-quran di dalam bahasa arab di sebut dengan Nuzul yang artinya turun dikenal juga oleh ahli bahasa dengan kata an-nuzul yakni proses turunnya al-quran.
Tiga priode turunnya al-quran
1.      Lauhul mahfudz
Lauh mahfudz berasal dari bahasa arab yang berarti tempat Allah menuliskan segala seluruh skenario/catatan kejadian di alam semesta. Lauhul mahfudz disebut dalam Al-qur’an sebanyak 13 kali, diantaranya adalah dalam surat Az-Zukhruf 43:4, Qaf 50:4, An-Naml 27:75 dan lainnya.
Al-Qur’an menjelaskan dalam surat Al-Buruj :21-22 “bahkan ia adalah Al-quran yang mulia, yang tersimpan dalam lauhul mahfudz” kemudaian dalam QS Al-Wakiah : 77-78 sesungguhnya al-quran ini adalah bacaan yang sangant mulia, pada kitab yang terpelihara”
Berdasarkan dalil tersebut menunjukan bahwa Al-Quran itu sudah ada dalam lauhul mahfudz, yaitu tempat azali yang tertulis segala sesuatu baik yang ada maupun yang belum ada.
2.      Turunnya ke langit dunia
Turunnya ke langit dunia dikenal dengan nama bait al-izzah. Pendapat para ulama turunnya ke bait al-izzah ini yaitu alquran-secara keseluruhan sebelum kenabian, hal ini sesuai dengan QS Al-Qadar : 1”sesungguhnya kami telah menurunkannya (al-quran) pada malam kemuliaan” di dalam ayat lain QS Ad-Dukhan : 3 “Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang di berkahi dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan” begitupun dalam QS Al-Baqoroh : 185 (“bulan Ramadahan yang di dalamnya diturunkan (permulaan al-quran) sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petujuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)
Ayat-ayat diatas menujukan bahwa Al-Quran di turunkan secara keseluruhan ke langit dunia pada bulan Ramadhan, malam lailatul qadar.
Lalu bagaimana diturunkannya Al-Quran ke Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan QS Al-Isra :106 “dan al-quran itu Kami turunkan dengan berangsur-angsur, agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kmai menurunkannya bagian demi bagian” ayat tersebut telah jelas menerangkan bahwa Al-Quran ditrunkan kepada nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur sesuai dengan keadaan (permasalah) umat pada pada waktu itu.
3.      Proses Sampainya Al-Quran kepada Nabi
Malaikat Jibril AS menurunkan Al-Quran secara berangsur-angsur sesuai waktu dan keadaan yang terjadi, suatu contoh Nabi ditanya tentang sesuatu hal lalu turunlah ayat sebagai jawabannya. Alquran diturunkan dalam kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari sejak Nabi Saw berusia 40 tahun sampai 63 tahun.
Contoh;
Suatu ketika Nabi SAW ditanya oleh seseorang tentang kapan datangnya hari kiamat kemudian nambi mendapatkan wahyu dari malaikat Jibril tentang hari kiamat sperti surat al-qiamah (surat ke 75), surat al-a’la (surat ke 87) surat al-gasyiyah (surat ke 88) dan surat-surat lainnya dalam al-quran, dari ketiga surat tersebut sangat jelas menceritakan (menjelaskan) tentang hari kiamat.
Adapun cara malaikat jibril mengambil wahyu yaitu dengan mendengarkan Al-Malik terlebih dahulu, pendapat ini dikemukakan oleh Al-Biahqi yang dikuatkan oleh At-Tabrani. Pendapat itu sesuai dengan dail “jikalalu Allah berfirman tentang wahyu maka seluruh langit dan bumi akan bergetar karena ketakutan, jikalau terdengar oleh penduduk langit maka seluruhnya tunduk dalam keadaan bersujud kemudian yang pertamakali mengangkat kepalanya adalah malaikat Jibril AS”. Kemudaian Allah memfirmankan wahyu-Nya.
4.      Cara Nabi menerima wahyu
a.       Terdengar seperti suara lonceng
Dalam al-muzamil : 5 “sesungguhnya kami akan menurunkan kepadamu Perkataan yang berat”. Di dalam hadits yang telah diriwayatkan oleh Bukhari bahwa Rasullulah SAW ditanya oleh sahabat yang bernama Haris bin Hisyam: Wahai Rasullah bagaimana caranya wahyu turun kepada engkau? Maka Rasulullah SAW menjawab: “terkadang datang kepadaku seperti suara gemrincing lonceng dan cara ini yang paling berat buat ku, lalu terhenti sehingga aku dapat mengerti apa yang disampaikan.
Dari keterangan diatas telah jelas bahwa salah satu cara Nabi SAW menerima wahyu adalah dengan terdengar suara gemerincing lonceng dan cara itu adalah yang paling berat.
b.      Malaikat Jibril AS datang menyerupai manusia (laki-laki)
Berdasarkan HR bukhari dan terkadang malaikat menyerupai seorang laki-laki lalu berbicara kepadaku maka aku ikuti apa yang diucapkannya”. Aisyah berkata: “sungguh aku pernah melihat turunnya wahyu kepada beliau SAW pada suatu hari yang sangat dingin lalu terhenti dan aku lihat dahi beliau mengucurkan keringat”
Itulah cara yang kedua saat Nabi SAW menerima wahyu langsung dari malaikat Jibril AS yang menyerupai manusia.

Kesimpulan
Allah SWT memberikan petunjuk kepada umat manusia berupa kitabsuci al-quran, yang mana al-quran ini di turunkan secara bertahap, mulai dari ditempatkan di lauhul mahfudz, di simpan di langit dunia hingga turunnya kepada Nabi Muahammad SAW secara berangsur-angsur melalui malaikat Jibril AS dan sesuai dengan peristiwa ataupun kebutuhan masyarakat pada zaman itu.