TURUNNYA AL-QURAN
Sabtu, 28 Juni 2014
, Posted by Arif Abdurrahman at 15.15
Sebagaimana yang kita ketahui Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam,
sebagai umat Islam kita harus mengetahui sejarah turunnya Al-Qur’an. Oleh sebab
itu, dalam bab ini akan di jelaskan tentng turunnya al-quran dan proses turunnya
al-quran. Mengenai turunnya al-quran di dalam bahasa arab di sebut dengan Nuzul
yang artinya turun dikenal juga oleh ahli bahasa dengan kata an-nuzul yakni
proses turunnya al-quran.
Tiga priode
turunnya al-quran
1. Lauhul mahfudz
Lauh mahfudz
berasal dari bahasa arab yang berarti tempat Allah menuliskan segala seluruh
skenario/catatan kejadian di alam semesta. Lauhul mahfudz disebut dalam
Al-qur’an sebanyak 13 kali, diantaranya adalah dalam surat Az-Zukhruf 43:4, Qaf
50:4, An-Naml 27:75 dan lainnya.
Al-Qur’an
menjelaskan dalam surat Al-Buruj :21-22 “bahkan ia adalah Al-quran yang
mulia, yang tersimpan dalam lauhul mahfudz” kemudaian dalam QS Al-Wakiah :
77-78 sesungguhnya al-quran ini adalah bacaan yang sangant mulia, pada kitab
yang terpelihara”
Berdasarkan
dalil tersebut menunjukan bahwa Al-Quran itu sudah ada dalam lauhul mahfudz,
yaitu tempat azali yang tertulis segala sesuatu baik yang ada maupun yang belum
ada.
2. Turunnya ke langit dunia
Turunnya ke
langit dunia dikenal dengan nama bait al-izzah. Pendapat para ulama
turunnya ke bait al-izzah ini yaitu alquran-secara keseluruhan sebelum
kenabian, hal ini sesuai dengan QS Al-Qadar : 1”sesungguhnya kami telah
menurunkannya (al-quran) pada malam kemuliaan” di dalam ayat lain QS
Ad-Dukhan : 3 “Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang di
berkahi dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan” begitupun dalam
QS Al-Baqoroh : 185 (“bulan Ramadahan yang di dalamnya diturunkan (permulaan
al-quran) sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai
petujuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)
Ayat-ayat
diatas menujukan bahwa Al-Quran di turunkan secara keseluruhan ke langit dunia
pada bulan Ramadhan, malam lailatul qadar.
Lalu bagaimana
diturunkannya Al-Quran ke Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan QS Al-Isra :106 “dan
al-quran itu Kami turunkan dengan berangsur-angsur, agar kamu membacakannya
perlahan-lahan kepada manusia dan Kmai menurunkannya bagian demi bagian”
ayat tersebut telah jelas menerangkan bahwa Al-Quran ditrunkan kepada nabi
Muhammad SAW secara berangsur-angsur sesuai dengan keadaan (permasalah) umat
pada pada waktu itu.
3. Proses Sampainya Al-Quran kepada Nabi
Malaikat Jibril
AS menurunkan Al-Quran secara berangsur-angsur sesuai waktu dan keadaan yang
terjadi, suatu contoh Nabi ditanya tentang sesuatu hal lalu turunlah ayat
sebagai jawabannya. Alquran diturunkan dalam kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22
hari sejak Nabi Saw berusia 40 tahun sampai 63 tahun.
Contoh;
Suatu ketika
Nabi SAW ditanya oleh seseorang tentang kapan datangnya hari kiamat kemudian
nambi mendapatkan wahyu dari malaikat Jibril tentang hari kiamat sperti surat al-qiamah
(surat ke 75), surat al-a’la (surat ke 87) surat
al-gasyiyah (surat ke 88) dan surat-surat lainnya dalam al-quran, dari
ketiga surat tersebut sangat jelas menceritakan (menjelaskan) tentang hari
kiamat.
Adapun cara
malaikat jibril mengambil wahyu yaitu dengan mendengarkan Al-Malik terlebih
dahulu, pendapat ini dikemukakan oleh Al-Biahqi yang dikuatkan oleh At-Tabrani.
Pendapat itu sesuai dengan dail “jikalalu Allah berfirman tentang wahyu maka
seluruh langit dan bumi akan bergetar karena ketakutan, jikalau terdengar oleh
penduduk langit maka seluruhnya tunduk dalam keadaan bersujud kemudian yang
pertamakali mengangkat kepalanya adalah malaikat Jibril AS”. Kemudaian
Allah memfirmankan wahyu-Nya.
4. Cara Nabi menerima wahyu
a.
Terdengar seperti suara lonceng
Dalam
al-muzamil : 5 “sesungguhnya kami akan menurunkan kepadamu Perkataan yang
berat”. Di dalam hadits yang telah diriwayatkan oleh Bukhari bahwa Rasullulah
SAW ditanya oleh sahabat yang bernama Haris bin Hisyam: Wahai Rasullah
bagaimana caranya wahyu turun kepada engkau? Maka Rasulullah SAW menjawab:
“terkadang datang kepadaku seperti suara gemrincing lonceng dan cara ini yang
paling berat buat ku, lalu terhenti sehingga aku dapat mengerti apa yang
disampaikan.
Dari keterangan
diatas telah jelas bahwa salah satu cara Nabi SAW menerima wahyu adalah dengan
terdengar suara gemerincing lonceng dan cara itu adalah yang paling berat.
b.
Malaikat Jibril AS datang menyerupai manusia (laki-laki)
Berdasarkan HR
bukhari dan terkadang malaikat menyerupai seorang laki-laki lalu berbicara
kepadaku maka aku ikuti apa yang diucapkannya”. Aisyah berkata: “sungguh aku
pernah melihat turunnya wahyu kepada beliau SAW pada suatu hari yang sangat
dingin lalu terhenti dan aku lihat dahi beliau mengucurkan keringat”
Itulah cara
yang kedua saat Nabi SAW menerima wahyu langsung dari malaikat Jibril AS yang
menyerupai manusia.
Kesimpulan
Allah SWT
memberikan petunjuk kepada umat manusia berupa kitabsuci al-quran, yang mana
al-quran ini di turunkan secara bertahap, mulai dari ditempatkan di lauhul
mahfudz, di simpan di langit dunia hingga turunnya kepada Nabi Muahammad
SAW secara berangsur-angsur melalui malaikat Jibril AS dan sesuai dengan
peristiwa ataupun kebutuhan masyarakat pada zaman itu.

Currently have 0 komentar: