Latest News
Idul Fitri 1 Syawal 1432 H
Posted by Arif Abdurrahman
on
Rabu, 31 Agustus 2011
, under |
komentar (0)
untuk semuanya kaum muslimin dimanapun anda berada,
diri ini hanyalah manusia biasa
yang tak luput dari segala khilaf dan dosa serta prasangka
di penghujung bulan yang penuh berkah ini
saya Arif Abdurrahman selaku pembuat onar serta kesalahan
memohon maaf atas segala perilaku, ucapan, tingkah laku serta prasangka baiik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja
semoga amal ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini diterima oleh Nya dan semoga kita kembali di pertemukan dengan bulan yang penuh berkah ini.
jika jemari tak mampu berjabat,,
saat batin kotor ini rindu, akan keikhlasan maaf..
hanya lewat pesan ini,jemariku bersilaturahmi,
تقبل الله مناوم نكم
Minalaidzinwalfaidzin
Mohon maaf lahir batin..
Nuis Pa Yaa
Posted by Arif Abdurrahman
on
Jumat, 19 Agustus 2011
, under |
komentar (0)
kali ini we sendiri bingung mau nulis apa, tapi yang jelas we lagi liyer, , ,
mungkin sekarang waktunya untuk bermain itung-itung ngilangin rasa liyer hehehehe
Bahasa Indonesia dan Alat Komunikasi Paling Penting!
Posted by Arif Abdurrahman
on
Rabu, 17 Agustus 2011
, under |
komentar (0)
Tidak kita sadari bahwa setiap kali kita berbicara pasti menggunakan bahasa, apa itu bahsa kita yakni Bahsa Indonesia ataupun bahasa asing seperti bahasa Inggris bahasa Arab dan lain sebagainya. Nah, utnuk kita selaku warga negara Indonesia pasti mengguanakan bahasa Indonesia iyakan hehe, perlu kita ketahui bahasa adalah alat komunikasi yang paling utama dan terpenting dikehidupan sehari-hari, coba saja kita bayangkan kalao tidak ada bahasa kita bisa berkomunikasi atau berinterasksi antara satu samalain dengan apa? Sedangkan kita melakukan hal tersebut setiap hari, sangat tidak mungkin kita berkomunikasi antara satu sama lain selamanya dengan mengunakan isyarat, memang ada beberapa orang yang tidak bisa bicara (gagu) kemudain ia mengunakan isyarat dalam berkomunikasi, namun mungkinkah kita berkomunikasi semuanya dengan menggunakan isyarat? Jelas tidakkan karena iysarat itu sulit untuk dipahami dan juga kita bisa gunakan isyarat setelah kita bisa menggunakan bahasa.
Perlu kita ketahui bahwa bahasa di Negri kita juga bergaram bahasanya, mulai dari sabang sampi merauke pada awalnya disetiap daerah memiliki bahasa masing-masing, seperti bahasa jawa, bahasa sunda, bahasa jambi dll. Berhubung kita termasuk kedalam satu negara maka bahasa Indoneisa berguna untuk menjadi bahasa penghubung antara kita semua, makanya kita sebagai warga Indonesia harus bangga dan bisa bahasa indoneisa, karena negri ini yang tersebar luas mulai dari sabang sampai merauke hanya dengan bahasa indonesialah yang bisa menghubungkan kita. Yupz kita belajar bahasa Indonesia.
Batik Ciri Khas Bangsa Indonesia dan Coraknya yang Beragam
Posted by Arif Abdurrahman
on
Selasa, 16 Agustus 2011
, under |
komentar (0)
Kain batik berawal dari kebiasaan orang-orang terdahulu di Indonesia, mereka sering menggambar dan menulis suatu objek di atas kain. Setelah perkembangan seni menggambar di atas kain ini berkembang pesat, masyarakat Indonesia memberi nama kepada kain tersbut dengan sebutan kain batik.
Dewasa ini, batik di kenal dan di akui oleh PBB, batik merupakan ciri khas bangsa Indonesia, di samping itu batik memang sudah tradisi atau budaya bangsa Indonesia, yang biasa di pakai untuk menghadiri acara-acara penting, baik acara formal ataupun acara nonformal seperti di pakai untuk menghadiri acara pernikahan, rapat kenegaraan, rapat para bangsawan bersilaturahmi antar keluarga, menghadiri acara-acara adat bahkan baju batik ini di wajibkan dan di jadikan seragam untuk para pelajar agar dipakai satu sampai tiga hari di sekolah “kalo di setiap sekolah punya seragam batik masing-masing menurut saya itu bagus, selain menjadi ciri kahs pelajar Indonesia, batik tersebut bisa di jadiin ciri khas masing-masing sekolah” uajar Fahrul Alumni UQI (Ummul Quro Al-Islami)
Selain nilai seni yang sangat berharga, batik juga memiliki nama dan corak yang beragamloh, corak batik yang ada di satu daerah pasti berbeda dengan corak batik yang ada di daerah lain, contohnya corak batik yang ada di Papua dengan corak batik yang ada di Kalimantan dua daerah yang memiliki batik dengan corak yang berbeda begitu pula di Palembang dan Jawa atau daerah-daerah yang lain, corak dan penamaanyapun sangat berbeda, sebagain daerah ada yang menamakan kain ini dengan batik dan ada juga yang menamakananya dengan sebutan kain songkok.
Nah, corak dan penamaanya itu yang membedakan dari mana batik itu berasal, kalo dari Papua coraknya terkesan garis lurus dan batik jawa coraknya melengkung, sama halnya dengan batik yang di jadikan seragam di satu sekolah berbeda dengan corak batik yang ada di sekolahlain, dari sekian banyaknya corak batik, corak inilah yang menandakan dari mana asal corak batik tersebut datang “sebenarnya batik itu adalah seni masing-masing daerah, intinya tergantung asal orang yang buat batik tersebut” tandas Fahrul.
Anak Hilang
Posted by Arif Abdurrahman
on
Jumat, 12 Agustus 2011
, under |
komentar (0)
Sore hari dibulan suci Ramadhan tepatnya pada tanggal 12 Agustus 2011, abang saya yang ber inisial “H” menitipkan anak permepuannya kepada ibu saya yang pada saat itu rumah kami bersebelahan, sedangkan abang saya pergi ke rumah sakit untuk mengobati anaknya yang masih balita. 10 menit sebelum azan magrib, kami masih sibuk dengan mnyiapakan hidangan buka puasa ala keluarga kami, hingga azan magrib tiba angota keluarga kami masih utuh termasuk anak perempuan tadi.
Setelah selesai makan ibu saya mencucipiring sementara itu nenek saya sudah memakai mukena dan bergegas sahalat magrib, tiba-tiba anak perempuan itu meminta izin untuk pergi kewarung “emak saya ingin pergi kewarung sebentar” izin bocah kecil itu kepada nenek saya. Dalam keadaan terburu-buru karena akan melaksanakan shalat nenek ku menjawab dengan tegas dan berpesan “silahkan asal jangan lama-lama sepulang dari warung nanti kamu langsung saja pergi ke Majlis untuk ikut shalat tarawih” anak itu mejawab sambil berjalan setengah lari dari rumah “iya mak” katanya.
Taklama kemudian azan isyapun terdengar, nenek dan ibu saya bergegas pergi kemajlis dengan harapan anak itu sudah menungunya disana, namun keadaan berbeda anak itu tidak ada, nenk dan ibuku langsung kagaet rasa cemas menghantui mereka berdua selaku orang yang dititipi anak ibu dan nenekku merasa harus bertanggung jawab, kini anak itu menghilang entah kemana tidak ada dilokasi warung juga tidak ada dimajlis yang dijajikan oleh nenek saya, begitupula dirumahnya yang bersebelahan itu, ibu dan nenek saya panik termasuk saya pergi kemanakah anak tersebut?
Rasa panik kami semakin terlampiaskan ketika kami memanggil kesana kesini dan menycarinya kewarung-warugn tidak ada sehingga ibu saya meminta bantuan via telepon kepada paman saya yang rumahnya berada di sebrangan danau setu, sangat singkat pamanku yang berinisial “E” ini hadir bersama kami.
Tak lama kemudian Ibu saya curiga kalau anak tersebut berada dirumah temannya yang tak jauh dari warung, tak berfikir lama ibupun berjalan setengah lari menuju rumah temannya, walau mengucapkan salam tak ada yang menjawab ibu saya membuka pintu dengan paksa kebetulan pintunya tidak dikunci. Subhanallah, anak tersebut sedang bermain asyik dengan temannya, lalu anak tersebut diajaknya pulang oleh ibu saya, ketika dirumah anak tersebut dimarah-marahi oleh ibu, nenek dan paman saya yang berinisial “E” tadi, mungkin karena sudah membuat panik yang luar bisasa dan merasa malu karena sudah berterika-teriak disaat oranglain sedang khusu melaksanakan shalat trawih.
Pada awalnya ibu, nenek dan paman saya mengira anak tersebut dibawa lari oleh kalong wewe atau orang jahat yang suka menyculik anak kecil. yah, saya juga ikut bersyukur, yang terpenting kecemasan ibu, nenek dan paman saya tidak menjadi kenyataan.
Membangun Semangat Menulis Pelajar
Posted by Arif Abdurrahman
on
Kamis, 11 Agustus 2011
, under |
komentar (0)
العلم صيد والكتابة قيده * قيّد صيودك بالحبال الواثقة
فمن الحماقة أن تصيد عزالة * وتتركها بين الخلائق طالقة
“Al-Ilmu Shoiyidun Walkitabatu Koiduhu, Koyid Shuyudaka Bilhibalil watsikit. Faminal hamakoti antasida gozalatan, watatrukaha bainal kholaiki tholikotan”
“Ilmu itu bagaikan hewan buruan, dan tulisan adalah ikatannya, ikatlah hewan buruanmu dengan ikatan yang kuat, apabila ada orang yang jahil (orang fasik) berburu hewan kijang (hewan buruan) dengan sesaat ia kembali melepasnya diantara habitatnya yang bebas”
Setelah kita menyimak wasiat ini, bisakah kita mengambil hikmah dari wasiat Imam Syafe’i ini? Tentunya dengan sedikit pemahaman yang akurat dan positif. Wasiat ini sangat penting untuk kita ketahui agar kita merasa perlu serta tetap rajin dalam menulis dan menggemarinya.
Kenapa sih kita harus sering menulis? Justru menulis itu sangat penting karena jika seandainya tidak ada tulisan wujud dunia ini akan menjadi seperti apa? Oleh karena itu kita harus bersyukur dunia yang kita rasakn ini masih bisa mengenal yang namanya tulisan, dengan tulisan inilah yang membawa kita dari zaman nenek moyang (zaman terdahulu) hingga kita memiliki berbagai ilmu pengetahuan yang sangat luas (di zaman sekarang ini), coba kita bayangkan dunia ini sama sekali tidak mengenal tulisan, apakah dunia ini akan menjadi seperti sekarang? Apalagi kita sebagai pemuda penerus bangsa, dunia ini sangat membutuhkan tulisan yang lebih berkualitas lagi, yang mana tulisan tersebut bisa membawa dunia ini jauh lebih moderen dari sekarang. Kembali ke wasiat imam syafi’i, wasiat ini menerangkan tentang ilmu yang diibaratkan menjadi hewan buruan, sedangkan hewan buruan itu harus di ikat supaya tidak berkeliaran lagi. Begitu pula dengan ilmu yang buru kita dapatkan, ilmu yang buru itu harus kita tulis agar tidak lepas atau hilang (lupa). Seandainya ilmu itu tidak kita ikat dengan sebuah tulisan maka disaat kita lupa ilmu itu akan hilang begitu saja, hal itu karena kita tidak mengikatnya dengan sebuah tulisan, jika ilmu itu kita ikat dengan sebuah tulisan otomatis ilmu itu akan melekat di dalam buku yang kita tulisi. Memang jika kita perhatikan untuk sesaat, ilmu pengetahuan itu bisa kita pahamai, akan tetapi setelah sehari dua hari seminggu dua minggu sampai berbulan-bulan ilmu itu akan hilang atau lepas dari pemahaman kita, dan kita melupakannya walaupun tidak ada unsur kesengajaan. Lain halnya jika kita memperhatikan sebuah ilmu pengetahuan itu dengan disertai menulisnya. Disaat ilmu pengetahuan itu hilang atau lupa kita bisa membukanya kembali di dalam buku atau catatan yang dulu kita tulisi dan mengulangnya kemabali seperti semula.
Disamping itu ada beberapa hal yang mengharuskan kita untuk menulis, seperti menulis pelajaran di sekolah, menulis berita, menulis makalah, menulis karya ilmiyah, menulis catatan pribadi dan menulis hal-hal penting lainnya, bahkan seorang pekerja keras sekalipun yang di dalam kesehariannya tidak pernah terjun ke dalam dunia tulis-menulis, tetap saja suatu saat dia harus menulis. Seperti menulis barang belanjaan, menulis tentang keluar masukanya barang dan menulis kebutuhannya dalam pekerjaan sehari-hari. Adapun tulisan kita yang dibilang kurang bagus itu tidak masalah, yang terpenting tulisan kita bisa dibaca oleh kita khususnya dan oleh orang lain umumnya. Jadi tidak ada alsan untuk tidak menulis.
Mulailah dari sekarang kita menulis yang paling dasar seperti menulis beberapa gagasan yang didapat dalam inspirasi kita, karena sebuah inspirasi atau gagasan bisa datang di mana saja dan kapan saja. Seperti kita mendapatkannya dilingkungan sekolah, lingkunngan rumah, dan lingkungan pergaulan kita sehari-hari. Jangan pernah berputus asa, tetaplah yakin tulisan yang kita tulis akan bermanfaat bagi kita sendiri dan bermanfaat bagi orang lain.
Ternyata menulis itu bukan hanya penting sajaloh! menulis juga sebenarnya mengsikan, ketika kita bisa mengubah persaan kita menjadi perasaan yang berbentuk tulisan atau membuat expresi kita ke dalam bentuk tulisan, hal itu bisa lebih seru, apalagi di terbitkan di sebuah media masa dan bisa di baca oleh orang lain, dengan begitu tulisan kita menjadi lebih bermanfaat bagi orang yang membacanya.
Dalam bentuk tulisan kita bukan hanya berperan sebagi penulis, tetapi juga sebagi pembacanya biar lebih afdo (adil) kita menulis dan tulisan kita di baca oleh oranglain, orang lian menulis kita juga harus menjadi pembancanya, walu hanya satu sajak, dua sajak yang penting kita sudah bersemangat untuk menulis, perlu kita ketahui bahwa sebenarnya seribu kita menjadi pembaca sajak orang lain, beribu-ribu kali orang lain telah menjadi pembaca sajak tulisan kita. Dengan seperti inilah power menulis dan power membaca kitapun menjadi seimbang beda halnya dengan menulis saja, kita pun perlu memperbanyak membaca untuk memperbaiki tulisan yang kita buat.
Beberapa hal yang menjadi penyemangat kita untuk menulis, salah satunya adalah adanya dorongan dari orang lian, keinginan kita yang kuat dalam menuangkan sesuatu ke dalam bentuk tulisan, memiliki keinginan yang bulat untuk menjadi seorang penulis atau menjadi seorang wartawan, dan beberapahal unik lainnya yang mendorong kita untuk menulis, seperti semangat kita menulis sepucuk surat cinta, sajak puisi, sekisah cerpen, menulis lagu, hingga tulisan-tulisan yang dicorat-coret di tembok atau dinding pinggir jalanan, akan tetapi tulisan yang tercorat-coret di pinggir jalanan itu kebanyakan kurang berpendidikan.
Bersamaan dengan semangat menulis yang kita miliki, biasanya semangat ini juga muncul ketika ada kompotisi atau perlombaan menulis karya ilmiyah, seperti menulis berita, cerpen, atau artikel-artikel lainnya yang di perlombakan, tentunya dengan mengharapkan hadih yang menjadi jaminan seorang pemenang, sehingga kita rela meninggalkan pekerjaan-pekerjaan kita hanya untuk menulis sampai kita mendapatkan apa yang menjadi impian pada perlombaan tersebut, tentu didasari dengan keyakinan serta kemantapan untuk menang, semua itu kembali kepada semangat menulis kita yang baru.
Tidak heran perlombaan menulis ini sering di gelar untuk menyemangati para pemuda agar lebih berkreatif lagi dalam segi tulis menulis serta mengagemari tulisan, nah sahabat pembaca bagaimana dengan kita? kita harus menjadikan tulisan sebagian dari kehidupan kita sekarang mulailah menulis sebagimana yang di wasiatkan oleh Imam Syafe’I di awal tadi, dan jangan tunggu hari esok selagi kita bisa menulis di hari ini!, kembalilah menulis dengan semanat yang baru.
“JALAN TAUBAT KU”
Posted by Arif Abdurrahman
on , under |
komentar (0)
Di antara pilihan yang terpana
Diriku firdausku hanyalah belaka
Janjiku murka berada di surga
Tapi nyawaku menolak sangsakala
Sujud tersunggkur gelinang air mata
Meraih pahala berkibar di surga
Dosaku tenggelam melayang di dasar neraka
Sangat besar salah arah tujuanku
menggunung tinggi deburan pasir dosaku
menutup pintu batas akhir restumu
merangkak tanpa arah seakan tertipu
membawa dada lewat jalan terbuntu
waktuku berderat semakin berdosa
terus menghitung lembaran noda
menaggung gumpalan tanya kerat semata
kotor. . . . . hina. . . . .busuk . . . . .keji. . . oleh dosa. . .
karnanya. . . .
berikanlah ampunan dari segala dosaku
bukakanlah pintu keberkahan surga-MU
terimalah sebaris taubatku pada mu
ampunilah segala arah salah tujuanku
sungguh kau maha pengampunku. . . .
BINGUNG
Posted by Arif Abdurrahman
on
Rabu, 10 Agustus 2011
, under |
komentar (0)
sudah brapakali saya utak atik blog, , ,
akhirnya saya bikinbaru juga, , ,
huh capek
akhirnya saya bikinbaru juga, , ,
huh capek





