Membangun Semangat Menulis Pelajar
Kamis, 11 Agustus 2011
, Posted by Arif Abdurrahman at 11.16
العلم صيد والكتابة قيده * قيّد صيودك بالحبال الواثقة
فمن الحماقة أن تصيد عزالة * وتتركها بين الخلائق طالقة
“Al-Ilmu Shoiyidun Walkitabatu Koiduhu, Koyid Shuyudaka Bilhibalil watsikit. Faminal hamakoti antasida gozalatan, watatrukaha bainal kholaiki tholikotan”
“Ilmu itu bagaikan hewan buruan, dan tulisan adalah ikatannya, ikatlah hewan buruanmu dengan ikatan yang kuat, apabila ada orang yang jahil (orang fasik) berburu hewan kijang (hewan buruan) dengan sesaat ia kembali melepasnya diantara habitatnya yang bebas”
Setelah kita menyimak wasiat ini, bisakah kita mengambil hikmah dari wasiat Imam Syafe’i ini? Tentunya dengan sedikit pemahaman yang akurat dan positif. Wasiat ini sangat penting untuk kita ketahui agar kita merasa perlu serta tetap rajin dalam menulis dan menggemarinya.
Kenapa sih kita harus sering menulis? Justru menulis itu sangat penting karena jika seandainya tidak ada tulisan wujud dunia ini akan menjadi seperti apa? Oleh karena itu kita harus bersyukur dunia yang kita rasakn ini masih bisa mengenal yang namanya tulisan, dengan tulisan inilah yang membawa kita dari zaman nenek moyang (zaman terdahulu) hingga kita memiliki berbagai ilmu pengetahuan yang sangat luas (di zaman sekarang ini), coba kita bayangkan dunia ini sama sekali tidak mengenal tulisan, apakah dunia ini akan menjadi seperti sekarang? Apalagi kita sebagai pemuda penerus bangsa, dunia ini sangat membutuhkan tulisan yang lebih berkualitas lagi, yang mana tulisan tersebut bisa membawa dunia ini jauh lebih moderen dari sekarang. Kembali ke wasiat imam syafi’i, wasiat ini menerangkan tentang ilmu yang diibaratkan menjadi hewan buruan, sedangkan hewan buruan itu harus di ikat supaya tidak berkeliaran lagi. Begitu pula dengan ilmu yang buru kita dapatkan, ilmu yang buru itu harus kita tulis agar tidak lepas atau hilang (lupa). Seandainya ilmu itu tidak kita ikat dengan sebuah tulisan maka disaat kita lupa ilmu itu akan hilang begitu saja, hal itu karena kita tidak mengikatnya dengan sebuah tulisan, jika ilmu itu kita ikat dengan sebuah tulisan otomatis ilmu itu akan melekat di dalam buku yang kita tulisi. Memang jika kita perhatikan untuk sesaat, ilmu pengetahuan itu bisa kita pahamai, akan tetapi setelah sehari dua hari seminggu dua minggu sampai berbulan-bulan ilmu itu akan hilang atau lepas dari pemahaman kita, dan kita melupakannya walaupun tidak ada unsur kesengajaan. Lain halnya jika kita memperhatikan sebuah ilmu pengetahuan itu dengan disertai menulisnya. Disaat ilmu pengetahuan itu hilang atau lupa kita bisa membukanya kembali di dalam buku atau catatan yang dulu kita tulisi dan mengulangnya kemabali seperti semula.
Disamping itu ada beberapa hal yang mengharuskan kita untuk menulis, seperti menulis pelajaran di sekolah, menulis berita, menulis makalah, menulis karya ilmiyah, menulis catatan pribadi dan menulis hal-hal penting lainnya, bahkan seorang pekerja keras sekalipun yang di dalam kesehariannya tidak pernah terjun ke dalam dunia tulis-menulis, tetap saja suatu saat dia harus menulis. Seperti menulis barang belanjaan, menulis tentang keluar masukanya barang dan menulis kebutuhannya dalam pekerjaan sehari-hari. Adapun tulisan kita yang dibilang kurang bagus itu tidak masalah, yang terpenting tulisan kita bisa dibaca oleh kita khususnya dan oleh orang lain umumnya. Jadi tidak ada alsan untuk tidak menulis.
Mulailah dari sekarang kita menulis yang paling dasar seperti menulis beberapa gagasan yang didapat dalam inspirasi kita, karena sebuah inspirasi atau gagasan bisa datang di mana saja dan kapan saja. Seperti kita mendapatkannya dilingkungan sekolah, lingkunngan rumah, dan lingkungan pergaulan kita sehari-hari. Jangan pernah berputus asa, tetaplah yakin tulisan yang kita tulis akan bermanfaat bagi kita sendiri dan bermanfaat bagi orang lain.
Ternyata menulis itu bukan hanya penting sajaloh! menulis juga sebenarnya mengsikan, ketika kita bisa mengubah persaan kita menjadi perasaan yang berbentuk tulisan atau membuat expresi kita ke dalam bentuk tulisan, hal itu bisa lebih seru, apalagi di terbitkan di sebuah media masa dan bisa di baca oleh orang lain, dengan begitu tulisan kita menjadi lebih bermanfaat bagi orang yang membacanya.
Dalam bentuk tulisan kita bukan hanya berperan sebagi penulis, tetapi juga sebagi pembacanya biar lebih afdo (adil) kita menulis dan tulisan kita di baca oleh oranglain, orang lian menulis kita juga harus menjadi pembancanya, walu hanya satu sajak, dua sajak yang penting kita sudah bersemangat untuk menulis, perlu kita ketahui bahwa sebenarnya seribu kita menjadi pembaca sajak orang lain, beribu-ribu kali orang lain telah menjadi pembaca sajak tulisan kita. Dengan seperti inilah power menulis dan power membaca kitapun menjadi seimbang beda halnya dengan menulis saja, kita pun perlu memperbanyak membaca untuk memperbaiki tulisan yang kita buat.
Beberapa hal yang menjadi penyemangat kita untuk menulis, salah satunya adalah adanya dorongan dari orang lian, keinginan kita yang kuat dalam menuangkan sesuatu ke dalam bentuk tulisan, memiliki keinginan yang bulat untuk menjadi seorang penulis atau menjadi seorang wartawan, dan beberapahal unik lainnya yang mendorong kita untuk menulis, seperti semangat kita menulis sepucuk surat cinta, sajak puisi, sekisah cerpen, menulis lagu, hingga tulisan-tulisan yang dicorat-coret di tembok atau dinding pinggir jalanan, akan tetapi tulisan yang tercorat-coret di pinggir jalanan itu kebanyakan kurang berpendidikan.
Bersamaan dengan semangat menulis yang kita miliki, biasanya semangat ini juga muncul ketika ada kompotisi atau perlombaan menulis karya ilmiyah, seperti menulis berita, cerpen, atau artikel-artikel lainnya yang di perlombakan, tentunya dengan mengharapkan hadih yang menjadi jaminan seorang pemenang, sehingga kita rela meninggalkan pekerjaan-pekerjaan kita hanya untuk menulis sampai kita mendapatkan apa yang menjadi impian pada perlombaan tersebut, tentu didasari dengan keyakinan serta kemantapan untuk menang, semua itu kembali kepada semangat menulis kita yang baru.
Tidak heran perlombaan menulis ini sering di gelar untuk menyemangati para pemuda agar lebih berkreatif lagi dalam segi tulis menulis serta mengagemari tulisan, nah sahabat pembaca bagaimana dengan kita? kita harus menjadikan tulisan sebagian dari kehidupan kita sekarang mulailah menulis sebagimana yang di wasiatkan oleh Imam Syafe’I di awal tadi, dan jangan tunggu hari esok selagi kita bisa menulis di hari ini!, kembalilah menulis dengan semanat yang baru.


Currently have 0 komentar: