Arif Abdurrahman

BIMBINGAN KONSELING

Diberdayakan oleh Blogger.
Latest News

Anak Hilang

Jumat, 12 Agustus 2011 , Posted by Arif Abdurrahman at 21.05



Sore hari dibulan suci Ramadhan tepatnya pada tanggal 12 Agustus 2011, abang saya yang ber inisial “H” menitipkan anak permepuannya kepada ibu saya yang pada saat itu rumah kami bersebelahan, sedangkan abang saya pergi ke rumah sakit untuk mengobati anaknya yang masih balita. 10 menit sebelum azan magrib, kami masih sibuk dengan mnyiapakan hidangan buka puasa ala keluarga kami, hingga azan magrib tiba angota keluarga kami masih utuh termasuk anak perempuan tadi.
Setelah selesai makan ibu saya mencucipiring sementara itu nenek saya sudah memakai mukena dan bergegas sahalat magrib, tiba-tiba anak perempuan itu meminta izin untuk pergi kewarung “emak saya ingin pergi kewarung sebentar” izin bocah kecil itu kepada nenek saya. Dalam keadaan terburu-buru karena akan melaksanakan shalat nenek ku menjawab dengan tegas dan berpesan “silahkan asal jangan lama-lama sepulang dari warung nanti kamu langsung saja pergi ke Majlis untuk ikut shalat tarawih” anak itu mejawab sambil berjalan setengah lari dari rumah “iya mak” katanya.
Taklama kemudian azan isyapun terdengar, nenek dan ibu saya bergegas pergi kemajlis dengan harapan anak itu sudah menungunya disana, namun keadaan berbeda anak itu tidak ada, nenk dan ibuku langsung kagaet rasa cemas menghantui mereka berdua selaku orang yang dititipi anak ibu dan nenekku merasa harus bertanggung jawab, kini anak itu menghilang entah kemana tidak ada dilokasi warung juga tidak ada dimajlis yang dijajikan oleh nenek saya, begitupula dirumahnya yang bersebelahan itu, ibu dan nenek saya panik termasuk saya pergi kemanakah anak tersebut?
Tak satu orangpun dari kami yang mengtahuinya, sehingga ibu dan nenk saya berteriak-terika menyebut-nyebut nama anak tersebut rasa panik menghilangkan rasa malu walu jama’ah yang lain sedang khusu melakanakan shalat tarawih kamimalah berteriak-teriak seperti ada maling, ponakanku yang malang ini semakin tidak jejak atau tidak ada tanda-tandanya sedikitpun.
Rasa panik kami semakin terlampiaskan ketika kami memanggil kesana kesini dan menycarinya kewarung-warugn tidak ada sehingga ibu saya meminta bantuan via telepon kepada paman saya yang rumahnya berada di sebrangan danau setu, sangat singkat pamanku yang berinisial “E” ini hadir bersama kami.
Tak lama kemudian Ibu saya curiga kalau anak tersebut berada dirumah temannya yang tak jauh dari warung, tak berfikir lama ibupun berjalan setengah lari menuju rumah temannya,  walau mengucapkan salam tak ada yang menjawab ibu saya membuka pintu dengan paksa kebetulan pintunya tidak dikunci. Subhanallah, anak tersebut sedang bermain asyik dengan temannya, lalu anak tersebut diajaknya pulang oleh ibu saya, ketika dirumah anak tersebut dimarah-marahi oleh ibu, nenek dan paman saya yang berinisial “E” tadi, mungkin karena sudah membuat panik yang luar bisasa dan merasa malu karena sudah berterika-teriak disaat oranglain sedang khusu melaksanakan shalat trawih.
Pada awalnya ibu, nenek dan paman saya mengira anak tersebut dibawa lari oleh kalong wewe atau orang jahat yang suka menyculik anak kecil. yah, saya juga ikut bersyukur, yang terpenting kecemasan ibu, nenek dan paman saya tidak menjadi kenyataan.

Currently have 0 komentar:

Leave a Reply

Posting Komentar